Kamis, 16 Mei 2013

CORETANKU : Kamu dan Dia


                Hari ini masih sama. Sama seperti hari-hari sebelumnya. Aku masih belum mampu untuk berhenti melihatmu. Sama, sama seperti dulu. Ketika ada seseorang yang aku kenal, dan langsung saja aku selalu melihatnya. Hari ini juga sama seperti dulu, tapi kini berbeda subjek. Beda subjek, apa aku bias mengatakan ini berbeda? Memang ini berbeda dari yang kulihat dulu, tapi ada dia mengingatkanku akan dahulu. Seperti melihat bayanganmu dalam orang lain. Apakah aku salah?
Yang pasti, sekarang dan dahulu sama. Sama saja selalu kuamati. Hanya bias melihat dari jauh. Pernahkah aku berusaha mendekat? Rasanya sudah, tapi mungkin dia tak tahu.
                Sejenak aku teringat masa lalu. Waktu dia masih dekat di penglihatanku. Kulihat dia. Tapi betapa bodohnya aku selalu saja melakukan hal yang sama setiap hari, melihatmu…
Tapi aku juga tahu kalau itu tidak mungkin, siapa aku? Rasanya seperti ada garis pembatas yang tegas antara aku dan dia. Tapi, akankah akan sama dengan yang sekarang? Hal yang sama yang kulakukan padamu dulu. Ya dulu. Bukankah sudah jelas bahwa itu tidak mungkin terjadi, bias melihatmu lagi…
Sekarang rasanya sudah biasa lagi. Aku sudah tidak mengingatnya, bahkan cenderung lupa. Tapi kini setelah melihat seseorang itu, ada yang aku ingat lagi. Pasti aku salah lagi, menyamakan kamu dengan dia …